Tentang Sebuah Keikhlasan

  • By ferdy Maulidan
  • Kuliah Abuya
  • 7 months ago

At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an #17

Tentang Sebuah Keikhlasan

 

Dari Hudzaifah Al-Mar’asyi RA: “Ikhlas adalah kesamaan antara pekerjaan atau perbuatan hamba baik dzohir maupun batin.”

Dari Dzin Nun RA: “Terdapat 3 perkara yang menjadi tanda-tandanya orang yang ikhlas. 1.Berperilaku sama ketika dipuji dan di cela orang. 2.Tidak mengingat atau mengungkit-ungkit amal baik yang telah dilakukan. 3.Mengharapkan pahala atau balasan di akhirat.”

Ikhlas terbagi menjadi 3 tingkatan:

1.Ulya (yang atas), yakni ibadahnya bukan karna surga atau neraka nya Allah SWT dll,tetapi ibadahnya karna Allah SWT.

2.Wustho (yang tengah), yakni seseorang merasakan nikmatnya ketika ibadah kepada Allah SWT.

3.Adna (yang rendah), yakni ibadahnya masih mengharapkan imbalan dari Allah SWT.

Dari Sahl At-Tustari RA: “Orang-orang yang cerdas berpikir tentang makna ikhlas. Mereka tidak menemukannya selain ini. Gerakan dan diam nya seorang itu baik dalam keadaan sepi maupun ramai hanya karna Allah SWT semata,tidak dicampuri oleh sesuatu apapun baik itu hawa nafsu maupun harta dunianya.”

Dari Iyadh bin Fudhail RA: “Meninggalkan suatu perbuatan karna manusia itu riya’, beramal karna manusia merupakan syirik (syirik khofy). Adapun ikhlas adalah terselamatkan dari kedua hal tersebut.”

 


Untuk penjelasan lebih lengkapnya dapat dilihat di channel youtube PPSQ Asy-Syadzili 1.

Kategori :Kuliah Abuya
Penulis :ferdy